Kepsek Dade Supriatna: SMAN 2 Pandeglang Siap Laksanakan Pembelajaran Paradigma Baru Sekolah Penggerak

Pandeglang – Pelatihan In House Training (IHT) Program Sekolah Penggerak sudah selesai dilaksanakan selama 8 Hari, Pelatihan ini menjadikan dasar untuk mengubah cara proses pembelajaran paradigma lama ke proses pembelajaran paradigma baru.

Setelah para guru SMA Negeri 2 Pandeglang mengikuti pelatihan dari tanggal 22 Juli – 30 Juli 2021, diharapkan menjadi bekal awal dalam melaksanakan proses pembelajaran paradigma baru dan mulai meninggalkan paradigma lama yang lebih kepada teacher center.

“Proses metode pembelajaran paradigma baru dari proses paradiglam lama harus berubah dalam penyampaian kepada siswa, tadinya kita seperti biasa melaksanakan pembelajaran teacher center, untuk kali ini kita harus berpihak kepada student center, perubahan paradigma ini harus kita lakukan, sesuai dengan pelatihan hari ini,” kata Kepsek SMAN 2 Pandeglang Dade Supriatna, dalam acara penutupan pelatihan IHT program sekolah penggerak.

Dade mengatakan dari hasil pelatihan hari ini harus ada pengaplikasian langsung kepada siswa dalam proses pembelajaran yang akan nanti dilaksanakan bapak/ibu guru, apalagi pelaksanaan program sekolah penggerak dilaksanakan di kelas X, nanti berjenjang ke kelas XI, dan kelas XII.

“Pelatihan yang didapatkan bapak/ibu selama 8 hari, bisa menjadikan bekal untuk mengaplikasikan proses pembelajaran dimulai kepada siswa kelas x, kelas XI dan Kelas XII” ungkap Dade.

Pak Dade mengungkapkan tahun ini, dimulai dari kelas X yang sekarang, nanti harus berorientasi di kelas XII, harapan saya 50% siswa kita diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Kalau dari sekarang, target 50% yang ingin kita capai itu kecil, kalau kita punya komitmen, ikhtiar, terus kita melaksanakan dengan baik apa yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh. Harapan tersebut akan tercapai dengan bersama-sama.

“Dalam hal ini prosesnya yang bapak ibu kerjakan, harus ada progres pencapaian dalam pembelajaran yang dirasakan siswa memiliki kepuasaan terhadap pembelajaran yang diberikan. Harapan saya, kuatkan komitmen kita, sungguh-sungguh dalam mencapai bersama-sama untuk jadi pioner sekolah kita di Pandeglang,” ujarnya.

Kemudian ia pun menambahkan momentum ini harus kita laksanakan agar ketercapaian yang kita inginkan bisa tercapai, sehingga eksistensi sekolah SMAN 2 Pandeglang bisa menjawab tantangan zaman, terkait pendidikan Program Sekolah Penggerak.

“Momentum itu, kita harus eksploitasi sebagai eksistensi sekolah kita bisa menjawab tantangan zaman, terkait pendidikan yang sekarang kita lakukan,” tegasnya.

(zak/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *